Kamis, 01 Desember 2016

Strategi Pemasaran Properti

Strategi Pemasaran Dengan Trik Open House
Strategi ini juga menjadi salah satu cara promosi yang dipilih oleh agen properti dan para developer. Dengan cara ini, konsumen dapat secara Iangsung mengunjungi contoh bangunan yang sudah ada sebelum mereka memutuskan untuk membeli produk Anda. Ini juga cara yang cukup efektif dan jitu, karena menggunakan pepatah, “Tak kenal maka tak sayang.” Dengan cara ini, konsumen dapat menilai secara langsung produk bermutu atau tidak.
Media layanan promosi ini tidak ada artinya jika Anda tidak mengenali pangsa pasar yang akan Anda garap dan tuju. Misalnya,jika pasarAnda adalah properti untuk kelas menengah ke bawah, maka Anda dapat memilih media promosi dengan menggunakan koran, televisi atau radio. Anda juga dapat menggunakan media promosi dengan open house.
Analisa pasar adalah identifikasi dan studi tentang pasar untuk barang ekonomis dan jasa-jasa tertentu. Unsur-unsur analisa pasar dari penilaian harus secara khusus berhubungan dengan kondisi pasar terhadap properti yang diteliti. Penelitian harus menunjukkan interaksi antara penawaran dengan permintaan yang memengaruhi nilai properti yang sudah ada berdasarkan penggunaan tertentu yang diusulkan pada tempat tertentu pada waktu yang akan datang.
Apabila kondisi pasar tidak menunjukkan permintaan yang mencakup terhadap pengembangan yang diusulkan, maka analisa pasar dapat mengidentifikasi suatu waktu dimana permintaan terhadap proyek itu diperkirakan akan muncul. Jadi analisa pasar menginformasikan kepada penilai tentang usulan kapan pengembangan dapat dilakukan dan jumlah permintaan yang diantisipasi pada periode tertentu. Mengenali pasar dengan baik adalah salah satu cara meminimalisirkan kerugian dalam menjual properti. Hal yang dilakukan adalah:
·         Mengenali tren properti, baik dari sisi seller’s market ataupun buyer’s market. Seller’s Market atau biasa disebut rising market atau hot market, adalah kondisi pasar dimana jumlah pembeli lebih banyak daripada rumah yang dijual. Harga harga yang cukup tinggi disebabkan oleh penawaran – penawaran dari beberapa peminat yang menawar dalam waktu yang bersamaan (kompetisi terjadi). Buyer’s market atau yang disebut Slow Market terjadi ketika banyak rumah yang dijual, dan pembeli sangat sedikit. Tanda-tandanya adalah ketika beberapa rumah tidak terjual dalam waktu 6 bulan. Akibatnya, harga cenderung turun agar bisa terjual. Periode inilah yang waktu yang terbaik untuk membeli.
·         Tentukan waktu dan prioritas: waktu atau harga! lni adalah yang terpenting yang harus Anda tentukan sejak awal. Jika Anda pada kondisi harus menjual rumah Anda dengan cepat (berarti prioritas Anda adalah waktu), Anda hanya punya 2 pilihan: menurunkan harga atau meringankan cara bayar. Jika Anda memprioritaskan harga, berarti Anda harus bersedia menunggu dalam waktu yang cukup lama, mungkin 1 tahun bahkan lebih.
·         Menentukan harga rumah Anda adalah kombinasi antara menganalisa harga pasar, emotionalappealdan pergerakan pasar. Tentunya Anda ingin memasang harga wajar, tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu rendah. Untuk menganalisa, Anda membutuhkan waktu yang cukup untuk memeriksa harga transaksi terakhir di area rumah Anda. Harga tidak bisa ditentukan oleh harga rumah tetangga, atau harga rumah Iain di kompleks Anda. Waktu dan prioritas Anda juga memengaruhi harga rumah Anda.
·         Memasarkan rumah Anda secara efektif adalah Iebih dari sekadar memasang tanda DIJUAL di depan rumah Anda. Anda harus menggunakan semua Marketing Tools yang ada, strategi yang efektif untuk mendatangkan sebanyak mungkin calon pembeli. Memasang tanda “DIJUAL” di titik-titik strategis di area Anda, menyebar brosur, ber-iklan di koran, majalah Iokal, internet, open house atau menitipkannya kepada Property Agent. Dengan menunjuk satu Property Agent yang berpengalaman, tugas Anda untuk memasang iklan, brosur, open house sampai mengantar calon pembeli sampai tahap negosiasi, Anda bisa terbebas dari tugas-tugas yang rumit.

·         Kenali tipe pembeli yang cocok untuk rumah Anda: apakah pembeli yang menggunakan properti yang dia beli untuk dimiliki sendiri atau sebagai makelar? Kenali keadaan rumah Anda: siap huni atau butuh renovasi. Rumah yang membutuhkan renovasi sedikit atau renovasi total? Jika rumah Anda membutuhkan renovasi total, hanya kontraktor dan flipper investor yang akan membeli rumah jenis ini. Beberapa user buyer mau membeli rumah yang butuh renovasi, tapi mereka mencari rumah yang membutuhkan sedikit saja renovasi seperti cat dan perbaikan kecii. Mereka adalah pembeli yang menginginkan rumah yang besar dengan dana/budget yang tidak mencukupi, atau orang-orang yang mencari untung dengan melakukan sedikit perbaikan.

      Untuk informasi lebih lanjut , buka : www.lohjinawiproperti.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar