Jumat, 02 Desember 2016

BAGAIMANA MENJADI SEORANG DEVELOPER PROPERTI



Dalam era globalisasi saat ini, untuk menjadi orang yang sukses biasanya ditandai dengan kepemilikan barang-barang mewah, salah satu kategori barang mewah adalah kepemilikan properti. Oleh sebab itu, bisnis properti menjadi bisnis yang sangat marak sekarang ini, tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan properti seseorang sebagai tempat tinggal atau tempat usaha tetapi juga sebagai peningkat prestise atau rasa bangga terhadap diri sendiri.

            Untuk menjadi seorang developer properti perlu diketahui beberapa cara yang perlu dilakukan oleh seorang developer atau pengembang properti.

1. Mencari lahan
    Untuk mendirikan atau mengembangkan suatu bangunan tentulah diperlukan lahan yang di atasnya kelak dibangun properti yang diinginkan. Yang perlu diperhatikan dalam mencari lahan adalah lokasi, harga dasar, posisi, bentuk, status dan system pembayaran.
a.       Lokasi
Yang perlu diperhatikan mengenai lokasi adalah apakah lokasi yang dipilih tersebut terletak di wilayah yang strategis atau tidak? Apakah lokasi tersebut layak untuk properti yang hendak dibangun? Apakah ada masalah dengan air atau banjir? Pertanyaan-pertanyaan tersebut yang perlu diperhatikan dari lokasi

b.      Harga dasar
Sangat terkait dengan dengan lokasi, harga dasar lahan sangat mempengaruhi pertimbangan menjadi properti yang laku dijual / dipasarkan. Lokasi yang strategis biasanya mengakibatkan harga yang tinggi, rasionalisasi dan berbagai pertimbangan untuk harga dasar perlu diperhitungkan dengan seksama.

c.       Bentuk
Sebagian besar properti yang laku dipasarkan adalah bangunan yang bentuk lahannya persegi panjang. Kalo pun mendapatkan bentuk lahan yang buakan persegi panjang, maka kita perlu mempertimbangkan dengan teknik arsitek yang sesuai atau pun mungkin memberikan harga yang lebih murah sehingga pembeli mempertimbangkan harga murah dan mengabaikan bentuk bangunannya.

d.      Status
Status lahan berkaitan dengan perijinan dan biaya. Status yang semakin jelas dengan dokumen yang lengkap tentu akan membuat seorang pembeli merasa aman dengan properti yang ditawarkan.

e.       System pembayaran
Sistem pembayaran akan mempengaruhi besaran modal yang akan dikeluarkan.

2. Kelayakan
    Seorang developer yang berpengalaman akan sangat mudah memperkirakan kelayakan akan tetapi bagi seseorang yang baru belajar untuk menjadi seorang developer, maka perlu berkonsultasi atau belajar kepada developer yang sudah berpengalaman atau mahir. Keterampilan menghitung atau memperkirakan kelayakan akan terasah seiring dengan waktu.

3. Perencanaan
Dalam membuat perencanaan, kita perlu mengingat “gagal dalam merencanakan mengakibatkan gagal dalam melaksanakan”. Beberapa hal yang terkait dengan perencanaan adalah gambar kawasan, fasilitas umum, gambar jalan, lebar kapling, dan survey pemasaran dan satu hal terpenting dari semua itu adalah kembali pada soal harga.

4. Investor
Investor adalah salah satu faktor penting dalam pembangunan dan pengembangan properti karena bisnis properti memerlukan dana yang cukup besar. Pengembalian modal yang cepat dan dengan pembagian yang prosentasenya 60:40, di mana 60% keuntungan dikembalikan pada investor yang diminati. Seorang developer harus mengupayakan hal tersebut sehingga dapat menarik investor.

5. Perijinan
Ketika investor sudah didapatkan, maka seorang developer perlu mengurus perijinan. Perijinan merupakan salah satu faktor yang perlu dicermati karena untuk proses pengurusannya tiap daerah berbeda dan belum adanya system satu atap membuat prosesnya berjalan relative lambat.

6. Pemasaran
Jika surat ijin sudah didapatkan, maka hal yang perlu dilakukan selanjutnya adalah pemasaran. Pemasaran bias dilakukan dengan berbagai cara, baik secara on line atau pun pemasaran dengan system konvensional, seperti menggunakan spanduk, umbul-umbul, baligo, brosur, dan pameran.

7. Pelaksanaan
Pelaksanaan adalah hal terakhir setelah keenam proses dilalui. Hal ini menjadi penentu kesuksesan seorang developer. Untuk meringankan pelaksanaan, seorang developer bias menggunakan jasa kontraktor. Tentu saja, seorang developer perlu mencari dengan cermat kontraktor-kontraktor yang berkualis, jangan sampai mendapatkan kontrakor gadungan atau kontrakor palsu. Jika diperlukan juga dapat menggunkan subkont di proyek yang sedang dijalankan oleh seorang developer.

Baiklah dari ketujuh poin tersebut bila dilaksanakan dengan baik maka seseorang dapat menjadi seorang developer properti yang dapat mengembangkan. Selanjutnya, pengalaman dan terus belajar dari banyak hal akan membuat seseorang menjadi developer properti yang handal. 

Untuk info lebih lanjut, kunjungi : www.lohjinawiproperti.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar