Dalam era globalisasi
saat ini, untuk menjadi orang yang sukses biasanya ditandai dengan kepemilikan
barang-barang mewah, salah satu kategori barang mewah adalah kepemilikan
properti. Oleh sebab itu, bisnis properti menjadi bisnis yang sangat marak
sekarang ini, tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan properti seseorang sebagai
tempat tinggal atau tempat usaha tetapi juga sebagai peningkat prestise atau
rasa bangga terhadap diri sendiri.
Untuk menjadi seorang developer properti perlu diketahui
beberapa cara yang perlu dilakukan oleh seorang developer atau pengembang properti.
1.
Mencari lahan
Untuk mendirikan atau mengembangkan suatu
bangunan tentulah diperlukan lahan yang di atasnya kelak dibangun properti yang
diinginkan. Yang perlu diperhatikan dalam mencari lahan adalah lokasi, harga
dasar, posisi, bentuk, status dan system pembayaran.
a. Lokasi
Yang perlu diperhatikan mengenai lokasi
adalah apakah lokasi yang dipilih tersebut terletak di wilayah yang strategis
atau tidak? Apakah lokasi tersebut layak untuk properti yang hendak dibangun?
Apakah ada masalah dengan air atau banjir? Pertanyaan-pertanyaan tersebut yang
perlu diperhatikan dari lokasi
b. Harga
dasar
Sangat terkait dengan dengan lokasi,
harga dasar lahan sangat mempengaruhi pertimbangan menjadi properti yang laku
dijual / dipasarkan. Lokasi yang strategis biasanya mengakibatkan harga yang
tinggi, rasionalisasi dan berbagai pertimbangan untuk harga dasar perlu
diperhitungkan dengan seksama.
c. Bentuk
Sebagian besar properti yang laku
dipasarkan adalah bangunan yang bentuk lahannya persegi panjang. Kalo pun
mendapatkan bentuk lahan yang buakan persegi panjang, maka kita perlu
mempertimbangkan dengan teknik arsitek yang sesuai atau pun mungkin memberikan harga
yang lebih murah sehingga pembeli mempertimbangkan harga murah dan mengabaikan
bentuk bangunannya.
d. Status
Status lahan berkaitan dengan perijinan
dan biaya. Status yang semakin jelas dengan dokumen yang lengkap tentu akan
membuat seorang pembeli merasa aman dengan properti yang ditawarkan.
e. System
pembayaran
Sistem pembayaran akan mempengaruhi besaran modal
yang akan dikeluarkan.
2.
Kelayakan
Seorang developer yang
berpengalaman akan sangat mudah memperkirakan kelayakan akan tetapi bagi
seseorang yang baru belajar untuk menjadi seorang developer, maka perlu
berkonsultasi atau belajar kepada developer yang sudah berpengalaman atau
mahir. Keterampilan menghitung atau memperkirakan kelayakan akan terasah
seiring dengan waktu.
3.
Perencanaan
Dalam membuat
perencanaan, kita perlu mengingat “gagal dalam merencanakan mengakibatkan gagal
dalam melaksanakan”. Beberapa hal yang terkait dengan perencanaan adalah gambar
kawasan, fasilitas umum, gambar jalan, lebar kapling, dan survey pemasaran dan
satu hal terpenting dari semua itu adalah kembali pada soal harga.
4.
Investor
Investor adalah salah
satu faktor penting dalam pembangunan dan pengembangan properti karena bisnis properti
memerlukan dana yang cukup besar. Pengembalian modal yang cepat dan dengan
pembagian yang prosentasenya 60:40, di mana 60% keuntungan dikembalikan pada
investor yang diminati. Seorang developer harus mengupayakan hal tersebut
sehingga dapat menarik investor.
5.
Perijinan
Ketika investor sudah
didapatkan, maka seorang developer perlu mengurus perijinan. Perijinan
merupakan salah satu faktor yang perlu dicermati karena untuk proses
pengurusannya tiap daerah berbeda dan belum adanya system satu atap membuat
prosesnya berjalan relative lambat.
6.
Pemasaran
Jika surat ijin sudah
didapatkan, maka hal yang perlu dilakukan selanjutnya adalah pemasaran.
Pemasaran bias dilakukan dengan berbagai cara, baik secara on line atau pun
pemasaran dengan system konvensional, seperti menggunakan spanduk, umbul-umbul,
baligo, brosur, dan pameran.
7.
Pelaksanaan
Pelaksanaan adalah hal
terakhir setelah keenam proses dilalui. Hal ini menjadi penentu kesuksesan
seorang developer. Untuk meringankan pelaksanaan, seorang developer bias
menggunakan jasa kontraktor. Tentu saja, seorang developer perlu mencari dengan
cermat kontraktor-kontraktor yang berkualis, jangan sampai mendapatkan
kontrakor gadungan atau kontrakor palsu. Jika diperlukan juga dapat menggunkan
subkont di proyek yang sedang dijalankan oleh seorang developer.
Baiklah dari ketujuh
poin tersebut bila dilaksanakan dengan baik maka seseorang dapat menjadi
seorang developer properti yang dapat mengembangkan. Selanjutnya, pengalaman
dan terus belajar dari banyak hal akan membuat seseorang menjadi developer properti
yang handal.
Untuk info lebih lanjut, kunjungi : www.lohjinawiproperti.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar